5 Masalah Penyelaman Yang Mungkin Muncul

Hello Buddys, Manorama terumbu karang yang sangat indah nan-fantastis, bangkai kapal megah nan-menakutkan, serta kehidupan laut yang luar biasa adalah atraksi utama bagi para penikmat menyelam. Tapi penting untuk diingat bahaya dari scuba diving, karena beberapa berpotensi mengancam nyawa.

Berikut Ini Merupakan 5 Masalah Yang Mungkin Muncul Pada Saat Penyelaman :

1. Telinga berdenging (Tinnitus)

Tinnitus adalah bunyi berdenging pada telinga. Ini bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari kondisi kesehatan tertentu, seperti cedera telinga, gangguan pada sistem sirkulasi tubuh, atau menurunnya fungsi pendengaran yang muncul seiring bertambahnya usia. Tinnitus merupakan kondisi yang bisa dialami semua orang dari segala usia. Meskipun begitu, gejala ini umumnya dialami oleh lansia yang berusia di atas 65 tahun.

Tinnitus adalah kondisi telinga berdenging konstan seperti halnya dengan vertigo, jika Anda menyelam dengan sakit kepala atau masalah telinga lainnya, Anda dapat berisiko mengalami hal ini. Saat Anda turun ke kedalaman lautan, tekanan air dari luar akan meremas udara di liang telinga, menyebabkan sensasi tekanan dan rasa sakit di kepala dan telinga. Anda harus menyamakan tekanan dalam ruangan ini dengan berbagai metode, seperti mencubit lubang hidung Anda sembari dengan lembut meniup hidung Anda. Jika Anda benar melakukan ini, Anda dapat menahan peningkatan tekanan tanpa masalah. Namun, kemacetan sinus disebabkan oleh pilek, flu, atau, alergi akan mengganggu kemampuan Anda untuk menyamakan tekanan dan dapat mengakibatkan kerusakan pada gendang telinga Anda.



2. Keracunan oksigen

Keracunan oksigen biasanya hanya menjadi ancaman bagi penyelam yang menyelam lebih dari 41 meter. Seperti nitrogen, tubuh menyerap oksigen tambahan akibat tekanan bawah air. Bagi kebanyakan penyelam ini bukan masalah, tetapi pada kedalaman ekstrem banyak oksigen ekstra yang diserap sehingga menjadi beracun. Efek berkisar dari tunnel vision (hilangnya pandangan periferal yang membuat mata Anda terfokus seperti dalam terowongan) dan mual hingga otot berkedut, hilang kesadaran, kejang, dan tenggelam.

Keracunan oksigen datang dengan cepat dan tanpa peringatan. Saran terbaik untuk menghindari toksisitas oksigen adalah untuk menyadari batas kedalaman Anda dan menaatinya.



3. Penyakit dekompresi

Penyakit dekompresi adalah kondisi medis yang disebabkan oleh akumulasi nitrogen terlarut dalam tubuh setelah menyelam, yang kemudian membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah serta sistem saraf.

Tergantung pada jumlah nitrogen yang diserap dan di mana lokasinya, kasus dekompresi dapat berkisar dari sakit sendi atau ruam kulit hingga mati rasa, kelumpuhan, dan kematian. Tanda-tanda paling umum dari penyakit dekompresi parah adalah disfungsi dari sumsum tulang belakang, otak, dan paru-paru.



4. Vertigo

Vertigo, atau perasaan pusing atau goyah, adalah salah satu gejala serius barotrauma. Sensasi kepala berputar bisa berbahaya ketika dialami di bawah air karena dapat dengan mudah menyebabkan disorientasi.

Cara terbaik untuk menghindari situasi berbahaya dalam air ini adalah untuk tidak menyelam jika Anda memiliki sakit kepala, meriang atau alergi yang belum terobati. Jika hal itu terjadi, biasanya pengobatan vertigo terkait menyelam melibatkan istirahat di rumah, meskipun kadang obat sakit kepala juga diperlukan.



5. Barotrauma

Penyelam biasanya menyelam ke dalam lautan dengan memencet hidungnya dan meniupkan udara lewat telinga untuk mendorong lebih banyak udara ke telinga tengah.

Barotrauma terjadi ketika penyelam naik-turun terlalu cepat sambil menahan napas, sehingga gas dalam telinga tengah dan paru-paru mengembang sangat cepat. Ini adalah akibat gagalnya menyeimbangkan perbedaan tekanan drastis antara dalam tubuh dan lingkungan sekitarnya. Akibatnya, penyelam mengalami sakit telinga parah hingga kerusakan pada jaringan telinga dan paru-paru. Luka paru-paru ini bisa cukup buruk untuk menyebabkan kolaps paru (pneumothoraks). Cedera juga dapat memungkinkan gelembung udara bebas untuk melarikan diri ke dalam aliran darah. Ini disebut emboli gas arteri. Emboli gas arteri sering menyebabkan nyeri dada, kesulitan bernapas, dan masalah neurologis seperti stroke.



Nah inilah 5 masalah penyelaman yang mungkin muncul. Akrabkan diri dengan lingkungan bawah laut, termasuk dengan bahaya kehidupan lautnya. Kebanyakan makhluk laut tidak agresif terhadap penyelam dan angka serangan binatan buas sangat langka, kecelakaan bisa terjadi dan seorang penyelam jangan pernah melupakan bahwa ia dikelilingi oleh alam liar. Pelajari mana ikan, karang, dan tumbuhan berbahaya lain untuk dihindari.
Meskipun ada banyak risiko yang terlibat dalam scuba diving, penyelam baru dapat meminimalkan bahaya melalui pendidikan dan pelatihan. Program sertifikasi air terbuka menekankan fisiologi diving, bahaya scuba diving, dan praktik menyelam yang aman. Seorang penyelam terlatih dapat menikmati olahraga dengan aman dengan risiko kesehatan minimal. Semoga Bermanfaat..
Share:

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Contact Us

Name

Email *

Message *

Visitor

Recent Posts

Blog Saya

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Saya, Semoga Artikel-Artikel Yang Saya Buat Dapat Bermanfaat Bagi Pengunjung. Jika Anda Suka Dengan Blog Ini Mohon Bantuannya Untuk Mensupport Blog Ini Dengan Cara Klik Link Berlangganan Agar Mendapatkan Pemberitahuan Jika Ada Konten Baru Yang di Publish

Pages

Tema Saya

Pengen Desaign Blog Seperti adeberkata.online ? Ayo hubungi kami di halaman Contack Us