July 2018 ~ Ade`s Journal - Sepenggal Cerita Dari Laut

Pentingnya Mempelajari Aspek Dasar dan Lingkungan Penyelaman

Sebelum memasuki daerah ataupun lingkungan untuk penyelaman, ada beberapa hal yang harus di perhatikan ketika hendak melakukan penyelaman tersebut yaitu :


1.  Perencanaan penyelaman (Dive Planning) yang baik dan latihan yang benar membuat penyelaman   menjadi aman, tidak peduli penyelaman itu dilakukan di laut, danau, sungai, kapal tenggelam,   darmaga dan lain sebagainya.
2.  Jika kita menyelam di daerah yang asing, sebaiknya berkonsultasi dengan penyelam atau pemandu   setempat.  Informasi penting dapat diperoleh berupa lokasi yang menarik, lokasi berbahaya, biota   yang ada juga hal yang mungkin akan dihadapi.
3.  Jika memungkinkan, maka periksalah terlebih dahulu daerah penyelaman, misalnya dari suatu   ketinggian.  Biasanya daerah penyelaman yang baik berada di daerah batu karang.  Hal-hal yang   dapat diamati dari suatu ketinggian antara lain kondisi perairan, daerah masuk (entry) dan tempat   keluar (exit) yang baik.
4.  Kemasi peralatan anda sebaik mungkin karena mungkin daerah entry harus dicapai dengan   melewati jalan setapak.  Suiting up dapat dilakukan setengah lengkap, lalu peralatan selam dapat   diangkut sekali jalan.

Hasil gambar untuk arus dan gelombang animasi

Macam-Macam Arus, Yaitu :
1.  Longshore current
2.  Rip current
3. Natural rip current
4. Tidal Current

Untuk melaksanakan penyelaman pantai membutuhkan teknik entry yang harus dilaksanakan agar penyelaman dapan terlaksana dengan aman, nyaman, dan selamat. Untuk itu perlu diperhatikan keadaan pantai saat penyelaman yaitu:

Tikar alas
Peralatan selam yang disiapkan untuk penyelaman harus dihindarkan dari berbagai kotoran. Untuk itu diperlukan suatu peralatan tambahan tikar alas untuk menempatkan peralatan yang digunakan. Alas yang diletakkan di tanah merupakan sarana yang baik untuk meletakkan tas perlengkapan dan jika terpaksa harus memakai pakaian selam di pantai pasir yang basah. Alas ini dapat berupa terpal dari bahan ringan dengan ukuran kira-kira 4 x 5 feet. Setelah selesai digunakan alat ini dapat dengan mudah dilipat dan disimpan dalam tas.  Letakkan perlengkapan yang berat dekat dengan tepian air, tapi jauh dari garis batas pencapaian ombak, siapkanlah peralatan hingga siap pakai.

Apungan (Float).
Peralatan tambahan untuk keamanan penyelam di medan yang bergelombang adalah float yang diikat dengan tali yang dipegang penyelam. Jangan berusaha menaikinya, kecuali air sudah tenang. Teknik entry melewati garis gelombang, untuk kembali ke pantai, float harus di dorong di depan penyelam melewati garis gelombang.

Navigasi
Keterampilan bernavigasi dalam air sangat diperlukan bagi penyelam, dan merupakan bagian perencanaan penyelaman.

Bentuk Landas
Pengamatan bentuk landas di daerah penyelaman akan membantu penyelam dalam bernavigasi di dalam air.

Kerutan Pada Landas
Apabila landas yang berpasir akan terdapat kerutan pada landas, hal ini menandakan daerah tersebut dekat pantai, kerutan itu terbentuk karena arus yang menuju pantai.

Navigasi Jarak Jauh (ETA)
Untuk dapat bernavigasi di dalam air dengan jarak yang jauh diperlukan peralatan yaitu kompas. Seorang penyelam harus mahir di dalam air memakai kompas, dengan alat ini seorang penyelam dalam menuju sasaran akan lebih efektif dan efisien.

Jika menggunakan kompas sebaiknya menyelam menyusuri dasar dan terus menuju ke kedalaman. Menyusuri dasar yang landai untuk memudahkan usaha equalizing, dibandingkan menukik turun ke kedalaman dengan mengalami perubahan tekanan air dengan cepat. Mengendalikan arah di bawah air adalah hal yang amat penting, kompas digunakan untuk menentukan arah dari dan ke pantai, sehingga menghindari setiap kali muncul ke permukaan air untuk mengecek arah. Letakkan kompas di muka sedatar mungkin jika mengecek arah. Jarum kompas datar dipengaruhi oleh kumpulan logam, maka jangan menggunakan kompas terlalu dekat dengan tabung buddy. Jarak kompas tidak terpengaruh oleh logam adalah minimum 2-3 feet. Deviasi (kesalahan) kompas dapat terjadi, hal ini tergantung dari kekuatan magnetis dari jarum kompas itu sendiri. Tabung Scuba yang terbuat dari aluminium tidak mempengaruhi kompas.

Ada 3 jenis kompas yang digunak an untuk navigasi:
Dome Type
Merupakan kompas yang penunjuk arahnya menghadap terdekat kepada penyelam.

Flat atau Horizontal Type
Kompas yang mempunyai jarum petunjuk arah utara, dibac a melintasi muka kompas dan juga dilengkapi dengan "garis bidik lurus" yang digunakan untuk mengendalikan arah dengan cara mempertahankan jarum kompas tetap menunjukkan pada arah kompas yang dituju.

Kompas dengan Rotating Bezel
Jenis ini merupakan kompas yang paling efisien untuk navigasi karena dilengkapi dengan lingkaran tepi yang dapat diputar (rotating bezel). Lingkaran ini diberi tanda dan tanda ini dapat disetel sedemikian rupa hingga ditempatkan di atas jarum kompas sebagai pengendali arah. Setiap saat arah penyelaman dapat dicek dengan kompas jenis ini. Dengan memutar lingkaran tepi kompas atau membalik arah penyelaman 180o, penyelam dapat berenang kembali pada starting point semula. Sudut tubuh merupakan faktor terpenting. Berenanglah selurus mungkin jika menggunakan kompas yang dipakai di pergelangan tangan. Selain dengan kompas navigasi dapat dilakukan dengan melihat bentuk dasar laut.

Gelombang dan Ombak
Menyelam pada saat gelombang besar sangat membahayakan penyelam dan membuat jarak pandangan buruk. Untuk itu jangan menyelam saat gelombang besar. Bila menyelam di medan ini harus mengamati tinggi gelombang dan frekuensi ombak. Ombak yang disebabkan angin laut bergerak beralun-alun ke arah pantai. Di perairan yang dangkal ombak menjadi curam, ketinggiannya sama dengan daratan.

Hasil gambar untuk thumbnail gelombang

Rangkaian gelombang dapat terdiri dari 3-4 ombak normal yang disusul ombak yang besar. Ombak yang lebih besar ini merayap lebih jauh ke pantai dan mengalir kembali ke laut dengan daya yang lebih besar pula. Gelombang besar pertama dapat menimbulkan gelombang besar 1 atau 2. Gelombang pecah dipantai menunjukkan kedangkalan air di lokasi itu. Memilih waktu yang tepat adalah unsur terpenting dalam teknik entry medan gelombang dan ombak.
Aliran air kembali kelaut akibat dari gelombang yang memecah pantai disebut undertow, alirannya kembali kelau dengan jarak pendek dan melalui bawah gelombang yang sedang menuju pantai. Pantai yang curam memiliki undertow yang besar. Undertow dapat dengan mudah menjatuhkan penyelam yang membawa peralatan berat.
Share:

Fluktuasi Ekosistem Terumbu Karang di Kawasan Aceh Besar


Hasil gambar untuk fluktuasi
Ekosistem terumbu karang merupakan salah satu ekosistem dengan tingkat biodiversitas yang tinggi. Ekosistem ini juga digadang sebagai salah satu penyumbang terbesar dari keanekaragaman hayati yang terdapat di Bumi. Meski memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang begitu tinggi, namun disisi lainnya ekosistem terumbu karang sangat rentan terhadap suatu perubahan lingkungan. Di tengah perkembangan zaman yang begitu pesat saat ini dan maraknya isu pemanasan global (Global Warming) beberapa penelitian menujukkan bahwa 75% dari ekosistem terumbu karang mengalami degradasi dan terus meningkat setiap tahunnya. Melihat hal tersebut, tentu perlu untuk dilakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi ekosistem terumbu karang yang ada.
Ocean Diving Club (ODC) sebagai unit kegiatan mahasiswa yang bernaung dibawah Fakultas Kelautan Perikanan merupakan sebuah organisasi selam yang berorientasi pada kegiatan selam ilmiah. Salah satu kegiatan selam ilmiah yang dilaksanakan ODC adalah monitoring terumbu karang. Monitoring terumbu karang (Reef Check) merupakan sebuah program tahunan yang dilaksanakan ODC dan dibawahi oleh Divisi Coral House (CH) sejak tahun 2009. Atas konsistensinya dalam melakukan Reef Check (RC), pada tahun 2011 ODC dimasukkan kedalam Jaringan Kerja Reef Check Indonesia (JKRI). Adapun wilayah yang menjadi lokasi RC ODC hingga saat ini berjumlah 8 titik yang tersebar di 2 kecamatan (Mesjd Raya dan Peukan Bada) Kabupaten Aceh Besar. Adapun 8 titik tersebut yaitu Wilayah Perairan Lhok Me, Ahmad Rhang Manyang, Benteng Inong Balee, Pulau Tuan, Lhok Mata Ie, Lhok Keutapang, Pulau Batee Barat dan Pulau Batee Timur.
Berdasarkan data yang diperoleh darihasil monitoring diketahui bahwa terjadi fluktuasi yang cukup variatif terhadap kondisi ekosistem terumbu karang di kawasan Aceh Besar. Fluktuasi tersebut tentunya terjadi karena factor-faktor pembatas yang mempengaruhi terumbu karang serta adanya intrusi dari aktivitas masyarakat yang berada disekitar wilayah terumbu karang tersebut. Melihat kondisi ini tentunya peran akademisi diharapkan dapat berjalan untuk mengkaji lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang menyebabkan fluktuasi tersebut.
Selain melakukan monitoring terhadap ekosistem terumbu karang, ODC juga secara rutin melaksanakan seminar-seminar terkait dengan keadaan ekosistem terumbu karang (khususnya yang berada di wilayah Aceh Besar) setiap tahunnya. Peserta yang menjadi target dari kegiatan ini mencakup seluruh elemen masyarakat dengan berbagai profesi baik pemerintahan, akademisi, lembaga non-pemerintahan maupun  masyarakat selaku pemanfaat dari ekosistem terumbu karang. Seminar-seminar tersebut diharapkan dapat memberikan informasi maupun menggugah kesadaran semua elemen yang ada dimasyarakat untuk turut serta dalam mengupayakan kelestarian ekosistem terumbu karang.
Hasil gambar untuk terumbu karang animasi

Mahasiswa sebagai pihak yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan (agent of change) dengan menjunjung tinggi Tri Dharma Perguruan Tinggi tentu juga mempunyai peran penting dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang. Mahasiswa yang tergolong sebagai bagian dari akademisi memiliki peranan untuk mengembangkan atau memberi inovasi terhadap upaya-upaya menjaga ekosistem terumbu karang yang sudah ada saat ini. Dalam upaya mengimplementasikan hal tersebut, tentunya terdapat peluang dan tantangan yang harus dipahami terlebih oleh para mahasiswa. 
Share:

KKP Untuk Perikanan Berkelanjutan

Pemikiran orang terdahulu tentang kawasan konservasi yaitu kawasan yang diberikan batasan agar para nelayan tidak melakukan penangkapan ikan di daerah tersebut. Pernyataan ini memang banyak kita dengar dimana-mana. Padahal pengertian Kawasan konservasi Perairan atau sering disingkat dengan KKP menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Per.30/MEN/2010 adalah kawasan perairan yang dilindungi, dikelola dengan sistem zonasi, untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya ikan dan lingkungannya secara berkelanjutan.

aspek pengelolaan efektif

Nelayan kecil masih mengalami beberapa hambatan dalam usahanya menangkap ikan. Sumber daya baik secara kualitas maupun kuantitas masih menjadi hambatan utamanya. Keadaan itu diperparah dengan tidak jelasnya teritorial atau hak para nelayan kecil dalam menangkap ikan. Salah satu yang menghambat adalah kawasan konservasi laut. Yaitu, karena tidak jelasnya pembagian kewenangan. Maka dari itu, diperlukan peran serta pemerintah untuk mengajak masyarakat agar bisa bersinergi.

Kunci keberhasilan pengelolaan efektif kawasan konservasi perairan adalah melalui Pengelolaan Bersama (Kolaboratif), pada prakteknya tentu bukan merupakan hal yang sederhana, perlu komitmen dan kerjasama semua pihak dalam mewujudkannya. Pengelolaan kawasan konservasi tidak dapat dilepaskan dari tiga pilar utamanya, yakni perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan secara berkelanjutan.

Pengelolaan kawasan konservasi perairan nasional dilakukan oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang dan Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru. Pengelolaan di Setiap lokasi KKPN dilaksanakan oleh Satuan Kerja Kawasan Konservasi Perairan Nasional (Satker KKPN) yang merupakan bagian dari wilayah Kerja Balai/Loka KKPN.  Masing-masing KKPN, walau tidak seluruhnya berstatus Taman Nasional Perairan, pengelolaan kawasan konservasi tersebut tetap dilakukan oleh satu Unit organisasi tersendiri, sehingga pemangkuan kawasan melalui pengelolaan kawasan dengan sistem zonasi dapat dilakukan secara optimal. Sedangkan untuk pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, terdapat Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) di Padang, Denpasar, Pontianak dan Makassar serta  Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) di Serang dan Sorong. Keenam Balai/Loka PSPL ini juga mempunyai perpanjangan organisasi berupa Satker-Satker yang mewakili jangkauan pelayanan di seluruh provinsi di Indonesia.

KAWASAN KONSERVASI
KETERANGAN LUAS JUMLAH
Luas Kawasan Konservasi 17,3 juta ha 154 kawasan
Kawasan Konservasi Nasional 5,3...

Kawasan konservasi dalam pembangunan kelautan dan perikanan lima tahun kedepan dipastikan menjadi agenda utama dan tetap menjadi prioritas sebagai penyeimbang kebutuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Perjalanan konservasi mengalami metamorfosa dari dua dekade terdahulu, paradigma itu berkembang dan kini perjalanan konservasi telah memasuki era baru pengelolaan dengan tetap mengukuhkan pilar-pilar perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan berkelanjutan yang memberi manfaat keekonomian pendorong kesejahteraan masyarakat secara simultan dengan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan, pola-pola pengelolaan kawasan konservasi juga telah melembaga dengan prinsip-prinsip pengelolaan bersama (co-management) yang baik. efektivitas pengelolaan menjadi kunci utama keberhasilan sebuah pengelolaan yang menjadi penggerak indikator utama keberhasilan pembangunan berkelanjutan.
Share:

ODC Unsyiah Gelar Pelatihan Academic Writing


Darussalam - Unit Kegiatan Mahasiswa Ocean Diving Club (ODC) Fakultas Kelautan Dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) telah melaksanakan kegiatan pelatihan kelas Academic Writing yang disampaikan oleh pemateri Samsul Bahri, M.Si (ODC 03.04) dengan tema "Kerja Cerdas Menulis Ilmiah" di Ruang A Fakultas Kelautan Dan Perikanan Unsyiah pada Selasa, 3 Juli 2018.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta Pelatihan "Academic Writing" bahwa dengan menulis dapat mengutarakan ide kreatifitas kita secara tidak langsung melalui tulisan dan kita juga dapat dikenal oleh khalayak orang yang membaca tulisan kita.

Menulis sangat gampang asalkan kita punya ide. Sebelum menulis kita harus mendapatkan informasi terlebih dahulu agar kita dapat mengupdate isu-isu terkini tentang ide apa yang ingin kita tulis dan tulisan kita juga akan lebih terpercaya karena mendapatkan informasi yang lebih banyak. Ada dua dasar kepribadian orang yaitu yang pertama orang yang memiliki kemampuan secara teori tetapi tidak dapat berkomunikasi dengan baik dan yang kedua yaitu orang yang kurang dalam hal teori tetapi memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik.

Dalam penulisan ilmiah kita harus membandingkan data kita dengan data orang lain agar tulisan kita lebih dapat dipercaya, inilah yang dinamakan Referensi. Jika tidak membandingkan penelitian dengan penelitian orang lain maka tidak bisa dikatakan sebagai tulisan ilmiah karna tidak memiliki referensi. Sebelum melakukan penulisan ilmiah, harus membaca terlebih dahulu agar tahu tentang update ide yang ingin kita tulis, dengan demikian kita tahu arahnya seperti apa.


"Kita sudah masuk dalam dunia pendidikan, apa jadinya jika kita tidak tahu masalah yang berkaitan dengan dunia pendidikan ? Oleh karena itu dengan menulis otomatis kita akan mendapatkan informasi terkini tentang apa yang ingin kita tulis dan target tulisan kita bukan hanya orang yang satu bidang dengan kita tetapi bidang lain juga akan dapat mengetahui dan memahami tulisan kita. Kapasitas diri kita tergantung kemana kita mengarahkan diri kita," Ujar samsul selaku pemateri pelatihan.

Pelatihan ini selain dapat memberikan ilmu pengetahuan juga dapat memberikan dampak positif terhadap peserta pelatihan bahwa menulis itu adalah hal yang wajib, paling tidak di bangku kuliah kita harus menulis skripsi sebagai syarat lulus wisuda.
Share:

Iklan

Search This Blog

Contact Us

Name

Email *

Message *

Visitor

Recent Posts

Blog Saya

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Saya, Semoga Artikel-Artikel Yang Saya Buat Dapat Bermanfaat Bagi Pengunjung. Jika Anda Suka Dengan Blog Ini Mohon Bantuannya Untuk Mensupport Blog Ini Dengan Cara Klik Link Berlangganan Agar Mendapatkan Pemberitahuan Jika Ada Konten Baru Yang di Publish

Pages

Tema Saya

Pengen Desaign Blog Seperti adeberkata.online ? Ayo hubungi kami di halaman Contack Us
close
- -