Pentingnya Mempelajari Aspek Dasar dan Lingkungan Penyelaman

Sebelum memasuki daerah ataupun lingkungan untuk penyelaman, ada beberapa hal yang harus di perhatikan ketika hendak melakukan penyelaman tersebut yaitu :


1.  Perencanaan penyelaman (Dive Planning) yang baik dan latihan yang benar membuat penyelaman   menjadi aman, tidak peduli penyelaman itu dilakukan di laut, danau, sungai, kapal tenggelam,   darmaga dan lain sebagainya.
2.  Jika kita menyelam di daerah yang asing, sebaiknya berkonsultasi dengan penyelam atau pemandu   setempat.  Informasi penting dapat diperoleh berupa lokasi yang menarik, lokasi berbahaya, biota   yang ada juga hal yang mungkin akan dihadapi.
3.  Jika memungkinkan, maka periksalah terlebih dahulu daerah penyelaman, misalnya dari suatu   ketinggian.  Biasanya daerah penyelaman yang baik berada di daerah batu karang.  Hal-hal yang   dapat diamati dari suatu ketinggian antara lain kondisi perairan, daerah masuk (entry) dan tempat   keluar (exit) yang baik.
4.  Kemasi peralatan anda sebaik mungkin karena mungkin daerah entry harus dicapai dengan   melewati jalan setapak.  Suiting up dapat dilakukan setengah lengkap, lalu peralatan selam dapat   diangkut sekali jalan.

Hasil gambar untuk arus dan gelombang animasi

Macam-Macam Arus, Yaitu :
1.  Longshore current
2.  Rip current
3. Natural rip current
4. Tidal Current

Untuk melaksanakan penyelaman pantai membutuhkan teknik entry yang harus dilaksanakan agar penyelaman dapan terlaksana dengan aman, nyaman, dan selamat. Untuk itu perlu diperhatikan keadaan pantai saat penyelaman yaitu:

Tikar alas
Peralatan selam yang disiapkan untuk penyelaman harus dihindarkan dari berbagai kotoran. Untuk itu diperlukan suatu peralatan tambahan tikar alas untuk menempatkan peralatan yang digunakan. Alas yang diletakkan di tanah merupakan sarana yang baik untuk meletakkan tas perlengkapan dan jika terpaksa harus memakai pakaian selam di pantai pasir yang basah. Alas ini dapat berupa terpal dari bahan ringan dengan ukuran kira-kira 4 x 5 feet. Setelah selesai digunakan alat ini dapat dengan mudah dilipat dan disimpan dalam tas.  Letakkan perlengkapan yang berat dekat dengan tepian air, tapi jauh dari garis batas pencapaian ombak, siapkanlah peralatan hingga siap pakai.

Apungan (Float).
Peralatan tambahan untuk keamanan penyelam di medan yang bergelombang adalah float yang diikat dengan tali yang dipegang penyelam. Jangan berusaha menaikinya, kecuali air sudah tenang. Teknik entry melewati garis gelombang, untuk kembali ke pantai, float harus di dorong di depan penyelam melewati garis gelombang.

Navigasi
Keterampilan bernavigasi dalam air sangat diperlukan bagi penyelam, dan merupakan bagian perencanaan penyelaman.

Bentuk Landas
Pengamatan bentuk landas di daerah penyelaman akan membantu penyelam dalam bernavigasi di dalam air.

Kerutan Pada Landas
Apabila landas yang berpasir akan terdapat kerutan pada landas, hal ini menandakan daerah tersebut dekat pantai, kerutan itu terbentuk karena arus yang menuju pantai.

Navigasi Jarak Jauh (ETA)
Untuk dapat bernavigasi di dalam air dengan jarak yang jauh diperlukan peralatan yaitu kompas. Seorang penyelam harus mahir di dalam air memakai kompas, dengan alat ini seorang penyelam dalam menuju sasaran akan lebih efektif dan efisien.

Jika menggunakan kompas sebaiknya menyelam menyusuri dasar dan terus menuju ke kedalaman. Menyusuri dasar yang landai untuk memudahkan usaha equalizing, dibandingkan menukik turun ke kedalaman dengan mengalami perubahan tekanan air dengan cepat. Mengendalikan arah di bawah air adalah hal yang amat penting, kompas digunakan untuk menentukan arah dari dan ke pantai, sehingga menghindari setiap kali muncul ke permukaan air untuk mengecek arah. Letakkan kompas di muka sedatar mungkin jika mengecek arah. Jarum kompas datar dipengaruhi oleh kumpulan logam, maka jangan menggunakan kompas terlalu dekat dengan tabung buddy. Jarak kompas tidak terpengaruh oleh logam adalah minimum 2-3 feet. Deviasi (kesalahan) kompas dapat terjadi, hal ini tergantung dari kekuatan magnetis dari jarum kompas itu sendiri. Tabung Scuba yang terbuat dari aluminium tidak mempengaruhi kompas.

Ada 3 jenis kompas yang digunak an untuk navigasi:
Dome Type
Merupakan kompas yang penunjuk arahnya menghadap terdekat kepada penyelam.

Flat atau Horizontal Type
Kompas yang mempunyai jarum petunjuk arah utara, dibac a melintasi muka kompas dan juga dilengkapi dengan "garis bidik lurus" yang digunakan untuk mengendalikan arah dengan cara mempertahankan jarum kompas tetap menunjukkan pada arah kompas yang dituju.

Kompas dengan Rotating Bezel
Jenis ini merupakan kompas yang paling efisien untuk navigasi karena dilengkapi dengan lingkaran tepi yang dapat diputar (rotating bezel). Lingkaran ini diberi tanda dan tanda ini dapat disetel sedemikian rupa hingga ditempatkan di atas jarum kompas sebagai pengendali arah. Setiap saat arah penyelaman dapat dicek dengan kompas jenis ini. Dengan memutar lingkaran tepi kompas atau membalik arah penyelaman 180o, penyelam dapat berenang kembali pada starting point semula. Sudut tubuh merupakan faktor terpenting. Berenanglah selurus mungkin jika menggunakan kompas yang dipakai di pergelangan tangan. Selain dengan kompas navigasi dapat dilakukan dengan melihat bentuk dasar laut.

Gelombang dan Ombak
Menyelam pada saat gelombang besar sangat membahayakan penyelam dan membuat jarak pandangan buruk. Untuk itu jangan menyelam saat gelombang besar. Bila menyelam di medan ini harus mengamati tinggi gelombang dan frekuensi ombak. Ombak yang disebabkan angin laut bergerak beralun-alun ke arah pantai. Di perairan yang dangkal ombak menjadi curam, ketinggiannya sama dengan daratan.

Hasil gambar untuk thumbnail gelombang

Rangkaian gelombang dapat terdiri dari 3-4 ombak normal yang disusul ombak yang besar. Ombak yang lebih besar ini merayap lebih jauh ke pantai dan mengalir kembali ke laut dengan daya yang lebih besar pula. Gelombang besar pertama dapat menimbulkan gelombang besar 1 atau 2. Gelombang pecah dipantai menunjukkan kedangkalan air di lokasi itu. Memilih waktu yang tepat adalah unsur terpenting dalam teknik entry medan gelombang dan ombak.
Aliran air kembali kelaut akibat dari gelombang yang memecah pantai disebut undertow, alirannya kembali kelau dengan jarak pendek dan melalui bawah gelombang yang sedang menuju pantai. Pantai yang curam memiliki undertow yang besar. Undertow dapat dengan mudah menjatuhkan penyelam yang membawa peralatan berat.
Share:

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Contact Us

Name

Email *

Message *

Visitor

Recent Posts

Blog Saya

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Saya, Semoga Artikel-Artikel Yang Saya Buat Dapat Bermanfaat Bagi Pengunjung. Jika Anda Suka Dengan Blog Ini Mohon Bantuannya Untuk Mensupport Blog Ini Dengan Cara Klik Link Berlangganan Agar Mendapatkan Pemberitahuan Jika Ada Konten Baru Yang di Publish

Pages

Tema Saya

Pengen Desaign Blog Seperti adeberkata.online ? Ayo hubungi kami di halaman Contack Us