Pengaruh Unsyiah Terhadap Kualitas Pendidikan Aceh ~ Ade`s Journal - Sepenggal Cerita Dari Laut

Pengaruh Unsyiah Terhadap Kualitas Pendidikan Aceh

Foto : Universitas Syiah Kuala

Sejak menjadi sorotan dunia pada tahun 2004 lalu, Aceh kini mulai menampakkan pembenahan mulai dari pembangunan kembali sarana dan prasarana pendidikan, di mana ribuan gedung sekolah hancur akibat gelombang tsunami, maupun sumber daya manusia. Masyarakat Aceh yang merupakan bagian dari masyarakat bangsa indonesia perlu dibina dan dikembangkan. Kebutuhan dasarnya (basic need) harus dipenuhi dengan sempurna terutama kebutuhan akan pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Sebagai daerah istimewa dan otonomi, Aceh memiliki wewenang khusus dalam mengatur roda pemerintahan, termasuk dalam bidang pendidikan. Mengenai pendidikan, UUPA Nomor 11 Tahun 2006 semakin menegaskan keistimewaan Aceh dengan adanya tambahan dana otonomi khusus dan migas. Di dalam pasal 182 UUPA diamanatkan, paling sedikit 30% dari dana bagi hasil migas tersebut dialokasikan untuk membiayai pendidikan Aceh. Begitu juga dalam pasal 193 UUPA disebutkan anggaran untuk penyelenggaraan pendidikan Aceh paling sedikit 20% dari APBA/APBK.

Selanjutnya, peran dan kualitas dari tenaga pendidik juga menjadi kunci utama bagi lahirnya SDM yang handal, bermoral, dan profesional. Tenaga pendidik tidak hanya melakukan transfer of knowledge, tetapi mampu melakukan construct of knowledge, membangun keterampilan dan nilai-nilai pendidikan demi terwujudnya generasi yang unggul dimasa mendatang.

Berbicara masalah kualitas pendidikan di Aceh, tentunya Aceh belum bisa dikatakan bermutu. Mengapa hal ini bisa terjadi ? Berbicara kompetisi adalah berbicara keunggulan. Hanya manusia unggul yang akan survive di dalam kehidupan yang penuh dengan persaingan, karena itu salah satu persoalan yang muncul bagaimana upaya untuk meningkatkan kualitas generasi Aceh. Membentuk generasi unggul partisipatoris yaitu generasi yang ikut serta secara aktif dalam persaingan yang sehat untuk mencari yang terbaik. Keunggulan partisipatoris itu dengan sendirinya adalah berkewajiban untuk menggali dan mengembangkan seluruh potensi manusia yang akan digunakan dalam kehidupan yang penuh dengan persaingan yang semakin hari semakin tajam.

Foto : Wisuda Lulusan Unsyiah
Sementara itu di sisi lain, Aceh memiliki sebuah universitas bermutu tinggi yaitu Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang sangat di damba-damba kan oleh setiap lulusan SLTA di seluruh indonesia. Hal ini tentu saja wajar, mengingat akreditasi istimewa di perguruan tinggi ini dan masuk kedalam 10 besar universitas terbaik nasional.

Pada awal bulan lalu situs webometrics merilis daftar peringkat Universitas yang ada di indonesia. Webometrics sendiri menilai kemajuan universitas ataupun perguruan tinggi dari website universitas tersebut. Indikator, isi web, volume, visibilitas dan dampak isi web adalah tolok ukurnya. Dari itu pula, Universitas Syiah Kuala masuk kedalam 10 besar terbaik indonesia, tepatnya menempati urutan ke-9.

Lantas yang menjadi pertanyaan disini adalah mengapa kualitas pendidikan di Aceh berbanding terbalik dengan perguruan tinggi (Unsyiah) yang telah menjadi primadona baik di Aceh maupun di berbagai daerah yang ada di indonesia ? dan apa pengaruh yang diberikan Unsyiah untuk perkembangan kualitas pendidikan di Aceh ?

Rendahnya mutu pendidikan di propinsi ini sering disebut-sebut karena penyebab kualitas guru di Aceh yang masih kurang dan selalu menjadi trending topic. Dari tudingan ini, tidak serta merta bisa dikatakan benar dan tidak bisa pula dikatakan salah. Memang jika kualitas guru yang rendah akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan. Hal inilah yang sering diwacanakan oleh para ahli pendidikan.

Sebelum kita meyalahkan guru yang sering dikatakan penyebab menurunnya kualitas pendidikan di Aceh, kita juga harus perlu memperhatikan penyebab dari rendahnya kualitas guru tersebut. Apakah fakultas-fakultas penghasil guru harus diminta pertanggung jawaban atas karut marutnya kualitas pendidikan yang ada di indonesia khususnya di Aceh ataukah ada faktor lain yang harus di kambing hitamkan ?

Memang seharusnya tidak perlu ada yang disalahkan disini, hanya saja kenyataan ini harus kita perbaiki. Sejauh ini lulusan dari Unsyiah bisa dikatakan berkompeten, bisa dilihat dari aspek akademis maupun non akademisnya dan juga persoalan tentang pendidikan aceh saat ini, Unsyiah telah memberikan pengaruh yang cukup intens untuk membangun kualitas pendidikan khususnya di aceh agar lebih baik lagi kedepannya. Hal ini bisa dilihat dari tujuan utama Universitas Syiah Kuala yaitu menjadikan universitas yang bermutu dibidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kemudian juga menjadi partner in progress bagi pembangunan daerah nasional maupun internasional. Sejauh ini jika dilihat dari tujuannya sudah kelihatan bahwa Unsyiah memang betul-betul memberikan pengaruh yang signifikan untuk kemajuan daerahnya khususnya kemajuan dalam bidang pendidikan tersebut.

Selain daripada itu, visi dan misi perguruan tinggi ini tidak main-main yaitu memiliki misi salah satunya menerapkan manajemen mutu terpadu dibidang pendidikan melalui penerapan prinsip transparansi, partisipatif, efisien, dan produktif dan visi yang di incar yaitu menjadi universitas yang inovatif, mandiri, dan terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, humaniora, olahraga, dan seni sehingga menghasilkan lulusan berkualitas yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika.
Share:

4 comments:

Iklan

Search This Blog

Contact Us

Name

Email *

Message *

Visitor

Recent Posts

Blog Saya

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Saya, Semoga Artikel-Artikel Yang Saya Buat Dapat Bermanfaat Bagi Pengunjung. Jika Anda Suka Dengan Blog Ini Mohon Bantuannya Untuk Mensupport Blog Ini Dengan Cara Klik Link Berlangganan Agar Mendapatkan Pemberitahuan Jika Ada Konten Baru Yang di Publish

Pages

Tema Saya

Pengen Desaign Blog Seperti adeberkata.online ? Ayo hubungi kami di halaman Contack Us
close
- -